Tak perlu berandai-andai untuk membuat perkiraan sendiri.
Pasti ada sebab atas apa yang terjadi.
Tak perlu juga menuduh membabi buta dan menunding kesana-kemari.
Aku hanya mengikuti kata hati.
Aku juga tau cara menjaga diri.
Kadangkala aku hanya ingin sendiri.
Ikuti kata hati pasti mati.
Apa yang dilakukan hanya kerelaan dari hati.
Tiada siapapun yang bisa memaksakan diri ini.
Apa pun yang terjadi tak perlu dipertikaikan lagi.
Tak ada siapapun yang menemani disisi.
Percaya atau tidak, pikirlah berkali-kali.
Aku hanya ingin sendiri.
Pergi dari kehidupan dan dunia kebanyakan orang yang selama ini ku ikuti.
Aku pergi dari zona nyamanku.
Mencoba pergi dari semua orang-orang yang mengenaliku.
Dan menjadi pribadi yang baru lagi.
Demi mencari ketenangan di hati.
Ku harap dan mohon mengerti.
Semoga keserabutan yang ada berlalu pergi.
Ku hanya mampu berserah pada takdir Ilahi.
Aku yang masih mencari kekuatan diri untuk hadapi semua dengan berani.
Aku yang masih belajar untuk meridhoi pada setiap dugaan yang akan datang.
Aku yang tertatih-tatih karena masih mencari dan mengenali siapa diri ini.
Kelak, supaya lebih mudah untuk memuhasabah diri ini.
Andai ini takdir untukku, aku ridho.
Kadang dilema masih membelenggu diri.
Serba salah yang tiada henti.
Karena sering meninggalkan permata hati.
Betapa kejamnya kurasakan diri ini.
Walau aku yakin dan tekad dengan jalan yang telah ku pilih.
Aku takkan pernah menyesal.
Aku tetap gigihkan diri untuk menempuh dugaan yang akan datang.
Terus sabar selagi masih ada kudrat dalam diri.
Walau apapun yang terjadi,
Takkan sekalipun aku menyerah.
Aku tak kan berhenti,
Aku hanya akan mendiamkan diri,
Aku akan mengangkat kaki dan terus berlalu pergi.
dari semua yang mengenali diri ini.
hingga akhirnya aku hilang dalam ingatan orang-orang yang ada di keselilingku.
Dan yang tertinggal hanyalah aku dengan duniaku.
Arie Satria Pratama
Apa yang dilakukan hanya kerelaan dari hati.
Tiada siapapun yang bisa memaksakan diri ini.
Apa pun yang terjadi tak perlu dipertikaikan lagi.
Tak ada siapapun yang menemani disisi.
Percaya atau tidak, pikirlah berkali-kali.
Aku hanya ingin sendiri.
Pergi dari kehidupan dan dunia kebanyakan orang yang selama ini ku ikuti.
Aku pergi dari zona nyamanku.
Mencoba pergi dari semua orang-orang yang mengenaliku.
Dan menjadi pribadi yang baru lagi.
Demi mencari ketenangan di hati.
Ku harap dan mohon mengerti.
Semoga keserabutan yang ada berlalu pergi.
Ku hanya mampu berserah pada takdir Ilahi.
Aku yang masih mencari kekuatan diri untuk hadapi semua dengan berani.
Aku yang masih belajar untuk meridhoi pada setiap dugaan yang akan datang.
Aku yang tertatih-tatih karena masih mencari dan mengenali siapa diri ini.
Kelak, supaya lebih mudah untuk memuhasabah diri ini.
Andai ini takdir untukku, aku ridho.
Kadang dilema masih membelenggu diri.
Serba salah yang tiada henti.
Karena sering meninggalkan permata hati.
Betapa kejamnya kurasakan diri ini.
Walau aku yakin dan tekad dengan jalan yang telah ku pilih.
Aku takkan pernah menyesal.
Aku tetap gigihkan diri untuk menempuh dugaan yang akan datang.
Terus sabar selagi masih ada kudrat dalam diri.
Walau apapun yang terjadi,
Takkan sekalipun aku menyerah.
Aku tak kan berhenti,
Aku hanya akan mendiamkan diri,
Aku akan mengangkat kaki dan terus berlalu pergi.
dari semua yang mengenali diri ini.
hingga akhirnya aku hilang dalam ingatan orang-orang yang ada di keselilingku.
Dan yang tertinggal hanyalah aku dengan duniaku.
Arie Satria Pratama
No comments:
Post a Comment